Brief History of Gosali Pamor Siliwangi

GOSALI PAMOR SILIWANGI (GPS), lahir pada 17 Agustus 1996. Pendiriannya diprakarsai oleh Bayu S. Hidajat, Amas Sambas, Susanto Widjaja dan Sri Sulastri Anggraini. Kedua nama terakhir adalah pasangan suami istri yang sangat besar jasanya dalam Pelestarian Budaya ini, sumbangsih beliau berupa dorongan moril dan materil serta idea creative yang selalu segar dan selalu menjadi pelita penerang menuju perjalanan kami dalam berkarya. Susanto Widjaja, waktu itu yang memberikan nama GOSALI PAMOR SILIWANGI, untuk rumah kreasi kami. Beliau ambil nama GOSALI yang dalam Bahasa Sunda Artinya Bengkel Tempa, tempat Empu berkarya menghasilkan suatu seni tosan aji yang luhung. PAMOR SILIWANGI, mengingatkan kita pada kharisma Prabu Siliwangi sebagai Raja Kharismatik pada kerajaan Padjadjaran yang keberadaannya di tanah Pasundan, Jawa Barat. Nama Siliwangi juga kami berikan sebagai rasa hormat kami atas apresiasi yang yang diberikan dari Panglima Kodam Siliwangi yang waktu itu dijabat oleh Bpk. Mayjen Tayo Tarmadi. Melalui jajaran institusi ini kami dapatkan beberapa informasi mengenai philosophic Kudjang dan saya diberi kehormatan untuk meninjau Ruang Pataka Sikiwangi di Jl. Aceh, Bandung. Sungguh kehormatan bagi kami karena salah satu kudjang karya kami pun ditempatkan diruang itu. Tidak itu saja beliau melalui Bpk. Let. Kol. Ali Hassan dan Bpk. Kolonel Tatang serta Kepala Musium Mandala Jl. Lembong Bandung, memberikan sumbangsih saran dan kritik mengenai kudjang pamor karya kami. Bahkan secara real beliau-beliau lah yang memilih Kudjang Pamor karya kami untuk dijadikan cindera mata untuk para tamu VVIP Kodam III Siliwangi.

Niat tulus dan kejujuran nurani yang mendorong kami untuk belajar mengenai proses penempaan baja pamor dengan referensi yang sangat terbatas. Kami ingat betul sumbangsih berharga yang diberikan oleh Kang Teddy Kardin, Jl. Hegarmanah, berupa ijin untuk meng-copy buku referensi yang berisi teknik pembuatan pisau dan pembuatan Damascussteel (Baja Pamor), secara modern. Waktu itu kami kaget luar biasa ternyata Teknik Pembuatan Baja Pamor dinegara USA dan Eropa sedemikian majunya. Damascene atau motif pamornya begitu indah dan orang yang tertarik kedalam dunia ini juga bukan hanya seniman tempa tetapi juga kalangan dari akademisi bahkan waktu itu salah satu editor-nya dari institusi yang sangat bergengsi di dunia yaitu dari Massachusetts Institute of Technology. Sebetulnya ini adalah sesuatu yang sangat wajar karena perkembangan material science memang sangat maju dan pesat dinegara sana. Kemajuan Research and Development yang didukung pemerintah dan perusahaan raksasa telah melahirkan penemuan-penemuan baru dibidang material. Waktu itu kami mencoba korespondensi dengan kalangan penggemar seni tempa di USA yang tergabung dalam American Bladesmith Society (ABS) meminta beberapa brosur dan teknik pembuatan damascussteel dan mereka sangat terbuka sekali bahkan dari mereka ada yang mengatakan “Seharusnya saya belajar dari anda, teknik ini awalnya kami peajari dari indonesia”, Kami baru sadar bahwa orang Jawa Tengah khususnya Yogyakarta dan Solo yang telah mengenal ilmu ini dan diaplikasikan pada keris.

Pertanyaan kami waktu itu, apakah orang sunda mengenal Budaya Baja Pamor?. Jawabannya kami harus keliling melihat kujang yang ada di Museum Sri Baduga, Ruang Pataka Kodam III Siliwangi dan Kudjang milik perorangan, ternyata ada yang menggunakan material baja pamor. Tetapi mohon maaf sebelumnya tanpa bermaksud merendahkan karya Empu dari Pasundan, Motif pamornya sangat sederhana dan hampir sama bentuknya yaitu pamor motif lurus. Akhirnya saya harus putuskan untuk belajar seni tosan aji ini ke Solo sebagai studi pembanding dengan referensi yang sudah kami dapatkan. Waktu itu ingat betul kami bertiga yaitu Bayu S. Hidajat, Susanto Widjaja dan Jajang, salah seorang perajin pisau di Sukawening Ciwidey, yang belakangan lebih dikenal dengan nama Jajang Rambo pergi ke Solo untuk belajar proses pembuatan baja pamor. Kami putuskan ke Solo karena para penempa di Ciwidey tidak ada satu orangpun yang pernah membuat baja pamor. Ini kami telusuri seluruh pandai besi, mereka banyak bercerita hanya para leluhur kita yang pernah membuat. kami coba datangi para sesepuh dan akhli tempa disana yang sudah tidak bekerja pun lagi dan rata-rata usia diatas 70 tahun, tetapi tetap tidak ada satupun yang pernah membuat baja pamor atau teknik dan proses pembuatannya.

Selesai belajar di Solo sepanjang perjalanan kami diskusikan bertiga didalam mobil. Susanto Widjaja berkata sama Bayu S. Hidajat, Kelak kalau impianmu terwujud dan berhasil membuat baja pamor tersebut lantas kamu punya program apa?. Saya jawab singkat saja. Bayu akan aplikaiskan material ini pada pertama kali pada Kudjang. Kenapa Kudjang?. Saya Jawab lagi,:”Secara anatomi Kudjang indah estetikanya dan kharismatik, saya yakin kelak akan lebih indah dan gagah lagi, jika terbuat dari bahan baja pamor”. Saya jelaskan juga saat ini belum ada yang tertarik meneliti tapi kelak kalau kita mulai pasti setiap orang akan lebih banyak meneliti dan bahkan ingin memiliki kudjang pamor. Hanya yang kami pikirkan waktu itu bagaimana caranya agar kudjang pamor ini menjadi terjangkau oleh setiap lapisan masyarakat jawa barat. Kami sadar betul harga material dan production cost nya cukup tinggi terutama dari sisi raw material. Inilah yang membuat kami selalu berusaha untuk selalu inovatif meneliti dan mengembangkan teknis pembuatan material metalurgi bersama Amas Sambas, seorang Empu dari Kampung Lio Ciwidey yang pengalaman dan skill nya tidak kami ragukan lagi. Dari nol kami kami bangun Gosali Pamor Siliwangi yang objective nya tiada lain ingin memelihara warisan luhung Budaya Padjadjaran yaitu Kudjang Pamor. Insya Allah kelak akan bermanfaat khususnya bagi generasi yang akan datang. Harapan kami kelak dari tanah Pasundan ini akan lahir Empu muda yang lebih baik dari pada kami-kami ini dan Merekalah yang akan mempublikasikan Kudjang Pamor ini sebagai warisan budaya yang keberadaannya tidak dipandang rendah oleh siapapun.


3 Responses to “Brief History of Gosali Pamor Siliwangi”

  1. Dimana bisa beli Kujang pamor

  2. Tertarik untuk membeli kujang pamor dimana tokonya

  3. sampurasun
    Ari kujang anu dinu gambar eta sabaraha? Htr nuhun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: