Amas Sambas – Biography

Amas Sambas dilahirkan di Ciwidey, Kabupaten Bandung pada tanggal 15 February 1959, dari pasangan suami istri Oneng Kartaatmadja dengan Almarhumah Aisyah. Beliau merupakan anak pertama dari dari empat bersaudara. Menikah dan beristrikan Sopiah dan sampai dikaruniai anak lima orang.

Profesi yang tempa telah digelutinya sejak beliau berusia 12 tahun, saat itu dimulai dari panjak (pembantu pandai). Setelah menamatkan pendidikan terakhirnya dari SMPN Pasir Jambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung, pada usia 16 tahun, beliau sudah menjadi Pandai Besi (Master Bladesmith), menurut para sesepuh pandai besi di Ciwidey saat itu merupakan pandai besi termuda dan paling menonjol kepiawaiannya.

Pada usia 20 tahun beliau beliau sudah menentukan pilihan yang mantap dan memilih profesi pandai besi sebagai pilihan hidupnya. Beberapa produk yang telah beliau buat dan secara komersil berhasil menutupi kebutuhan hidup kesehariannya adalah product perkakas pertanian seperti: Cangkul, Sabit, Patik, Cungkir, dll. Sejak usia 25 tahun beliau mengambil specialisasi untuk product Golok dengan berbagai model sepert: Pameuncitan, Galonggong, Jonggol, Paut Nyere, Simeut Pelem, Salam Nunggal, Jepangan, Hambalan, Gula Sabeulah (Bedog Cepot), dll.

Teknik dan gaya tempanya unique dan hasil produk akhirnya sangat perfect sesuai dengan kepribadiannya, sehingga menjadikan produk akhir nya yang sangat diminati karena secara teknis, estetika, fungsi dan anatomisnya sangat sempurna. Memiliki kepribadian yang menyenangkan dalam bergaul dan bersosialisasi, selalu rendah hati dan santun namun disiplin dalam menjalani profesinya melambungkan namanya menjadi seorang Master Bladesmith (Pandai Besi) yang terkenal, khususnya untuk product golok. Tidak seperti para pandai besi umumnya di Ciwidey yang selalu mengejar Quantity, beliau selalu mengejar Quality baik dimulai dari material dan estetika maupun fungsinya.

Berkenalan dengan Bayu S. Hidajat melalui Bapak Rohana dari Koperasi Mandala Pasir Jambu, pada bulan Agustus tahun 1996. Saya ingat betul waktu itu anaknya yang nomor empat, yang bernama Heru Pamungkas masih dalam gendongan Ibu Sopiah dan berusia 9 bulan. Dalam perjalanannya perkenalannya ini menjadikan jalinan silaturahmi yang sangat baik sehingga Kel. Amas Sambas telah diterima baik pada Kel. Besar Hidajat sebagai saudara.

Saya waktu itu baru selesai menjalani proses study komparasi didaerah Solo bersama Jajang Rambo, yang memiliki keakhlian finishing, khususnya Grinding dan Polishing. Tetapi sangat sulit mencari seorang panadai besi yang mau belajar tentang pembuatan baja pamor (damascussteel). Akhirnya saya menemukan orang yang tepat dengan kriteria yang sudah saya tentukan yaitu memiliki skill teknis yang tinggi dalam bidang blade forging, mental dan semangat belajar yang tinggi serta mau memulai dengan teknik tempa yang sesuai dengan kriteria saya.

Teknik proses penempaan damascussteel kami berikan secara practical dan theory sebagai basic kami pun bersama Amas Sambas selalu rajin keliling diseluruh Ciwidey untuk mencari tahu kalau ada penempa yang punya pengalaman dalam pembuatan damascussteel tetapi hasilnya kami tidak pernah menemukan satu orang pun pandai besi yang memiliki pengalaman atau mengetahui proses pembuatan damascussteel. Kami sempat mengadakan saresehan dengan para senoir pandai besi di Ciwidey tetapi sama tidak pernah mendapatkan orang yang kami cari. Akhirnya kami coba realisasikan proses pembuatan baja pamor ini berdua.

Tanggal 17 Agustus 1996, merupakan tanggal yang berarti bagi kami berdua. Pada tanggal tersebut kami mencoba membuat damascussteel pertama dan menjadikan Amas Sambas sebagai orang pertama yang berhasil membuat baja pamor. Saya masih ingat betul waktu itu kami kerja bertiga. Saya sebagai technical advisor dan material composition lalu Amas Sambas sebagai Master Bladesmith (Pandai Besi) dan Aka sebagai Co-Worker (Panjak). Dari mulai saat itulah Gosali Pamor Siliwangi lahir dan menetapkan Gosali milik Amas Sambas sebagai bengkel Kreasi kami yang saat ini beralamatkan di. Kampung Lio, Desa Mekarmaju, Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Kabupaten Bandung.


4 Responses to “Amas Sambas – Biography”

  1. saya tertarik dgn golok pamor dari Gosali,sy harus k Ciwidey atw k Kopo ?

  2. wah,,, si bapak kasep pisan euy,,,, hehehe

  3. InsyaAllah.. suatu hari saya ingin sekali berkunjung ke Gosali Pamor Siliwangi…

  4. Selamat malam. Sukses selalu untuk pak amas. Saya tertarik ingin mengetahui alamat lengkap dan juga nomor telepon yang dapat dihubungi. Saya pak edi, 0812-13473384. Terima kasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: